3 min read

Pantai Serang Blitar, Pesona Pantai Selatan Jawa untuk Healing Sejenak

Pantai Serang Blitar, Pesona Pantai Selatan Jawa untuk Healing Sejenak
Pantai Serang Blitar

Setelah seharian menikmati udara dingin berkabut dan banyak sekali keindahan Kebun Teh Sirang Kencong, keesokan harinya saya bersama kawan kawan bertolak ke kawasan selatan. Tepatnya kali ini kami mengunjungi salah satu pesona Pantai Selatan Pulau jawa yaitu Pantai Serang di kawasan Kab. Blitar.

Perjalanan kami mulai setelah menyantap makan siang di pusat kota Blitar. Santapan siang kami tentu saja Mie Gacoan cabang Blitar. Jangan ditanya jauh jauh ke kota selatan Jawa kenapa makannya malah di tempat makan yang ada di kota besar. Jawabnya hanya satu, "ngidam". Mari kembali ke topik utama.

Untuk menuju Pantai Serang membutuhkan waktu kurang lebih satu setengah jam perjalanan menggunakan mobil. Jalan menuju pantai merupakan jalanan pegunungan dengan banyak sekali tikungan tajam dan tepian jurang. Tapi tidak perlu khawatir karena hampir semua jalanan menuju selatan sudah beraspal meskipun masih ada beberapa titik dengan aspal yang sudah rusak atau masih berbentuk makadam. Tak jarang juga saya harus menekan klakson mobil sebelum belok di tikungan untuk memberi isyarat di jalur yang berlawanan. Seringkali juga saya harus memperlambat laju mobil atau berhenti saat tanjakan untuk memberi jalan kendaraan dari arah berlawanan untuk melaju secara bergantian karena lebar jalan yang begitu mepet dilewati oleh dua mobil. Sementara, lagu lagu era 90-an semacam Sheila on 7, RHCP, Dewa 19, dan Backstreet Boys senantiasa menemani dan mengajak kami semua bersenandung.

Suasana Pantai Serang Blitar, pepohonan Cemara Laut

Begitulah waktu tanpa terasa terlewati hingga sampai di pintu masuk Pantai Serang. Cukup mengantri karena hari ini kebetulan terdapat satu event yang cukup besar yaitu Serang barong Festival. Kendaraan yang terparkir hampir memenuhi lapangan parkir yang luasnya hampir setara dengan satu lapangan bola. Ini bukan hanya terlihat ramai, tetapi sangat ramai sekali!

Serang Barong Festival

Pantai Serang terbilang cukup panjang jika dijelajahi dari ujung sampai ujung lainnya. Di titik tengah, terdapat panggung yang dikelilingi lautan manusia untuk menyaksikan festival Barong. Saya dan kawan kawan memilih untuk menggelar tikar agak jauh dari kerumunan. Tikar kami sewa di salah satu warung makan seharga Rp. 10.000,- dan langsung kami gelar di bawah rindangnya pepohonan cemara laut. Kami menikmati suara deburan ombak sambil ngobrol ngalor ngidul sembari menanti jalan jalan di tepian pantai sore hari. Saya, memilih untuk tidur sejenak mengisi ulang tenaga dengan ASMR terapi ombak secara live.

Sore hari tiba dengan begitu cepat. Kami membereskan tikar, kudapan, dan sisa minuman sebelum melanjutkan aktivitas olahraga (jalan sehat) tepi pantai. Lebih tepatnya 10% jalan dan sisanya foto foto.

Tiga jam lebih kami habiskan di Pantai Serang Blitar dengan riang gembira. Riang, karena pantai ini lebih bagus dari bisa kami bayangkan meskipun tak bisa menikmati sunset karena awan mendung tanpo udan. Gembira, karena fasilitas di area ini sangat lengkap mulai dari persewaan ATV, warung warung makan dengan harga yang terbilang normal, kamar mandi yang bersih, serta tentunya Laut yang biru dan pasir pantai yang sangat bersih. Terima kasih untuk sobat Blitar yang sudah menyiapkan rencana ini, sampai ketemu di lain kesempatan!